My Playground

Me?
Novi. 22. Indonesian. Ordinary girl with extraordinary love for AS Roma.
Well, I'm still figuring out what to do here, therefore I just post everything I love. So, enjoy My Playground! :D
Recent Tweets @ndsalusi

Saya akan memulai tulisan ini dengan membahas pertahanan Roma. Setelah menjalani 30 pertandingan di Serie A (belum termasuk lawan Parma), Roma baru kebobolan 15 gol. Jumlah itu merupakan yang terbaik di Serie A. Juventus yang ada di urutan kedua soal kebobolan sudah kemasukan 22 gol.

Tak cuma terbaik di Serie A, Roma juga menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di antara tim-tim di lima liga top Eropa (Italia, Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis). Bayern Munich yang sudah memastikan gelar Bundesliga ada di urutan kedua di bawah Roma soal jumlah kebobolan dengan 16 gol.

Pada masanya, tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit biasanya menjuarai liga. Seingat saya, pemenang scudetto biasanya dibarengi dengan pertahanan yang paling kokoh.

Tapi, kenapa meski Roma kokoh dalam bertahan, masih juga kesulitan mengejar Juventus? Menurut saya kuncinya saat ini adalah di lini depan.

Ketika lini belakang sudah kokoh, maka lini depan akan jadi penentu hasil pertandingan. Punya banyak peluang tapi tak bisa memaksimalkannya, sulit juga meraih kemenangan.

Beberapa kali kita dibuat gemas dengan kegagalan beberapa pemain Roma dalam memaksimalkan peluang. Di satu kesempatan, setelah kekalahan 0-1 dari Napoli, Rudi Garcia menyebut bahwa para pemain Roma kurang insting membunuh.

Menurut saya, itulah yang membedakan laju Roma dengan Juventus. Bagaimana mereka lebih clinical di depan gawang, mengonversi peluang menjadi gol. Juventus adalah tim paling produktif di Serie A dengan 67 gol. Soal ini, Roma ada di tempat ketiga dengan 58 gol, satu gol lebih sedikit daripada Napoli.

Saya tak akan terlalu banyak membahas soal Juventus. Saya hanya ingin menyoroti lini depan Roma.

Bukannya tidak puas dengan kinerja Mattia Destro. Saya justru senang dengan performa Destro belakangan ini. Hampir setengah musim absen, baru mulai merumput di bulan Desember, Destro sudah bikin 10 gol dari 16 kali penampilan di Serie A. Dia selalu bikin gol di empat pertandingan terakhir Roma. Destro sekarang juga top skorer Roma.

image

Saya cuma membayangkan, andai Destro fit sejak awal musim. Andai Gervinho & Totti tidak cedera saat Roma menang 2-0 dari Napoli. Saya pikir Roma bisa terus melaju kencang. Mungkin tidak akan ada rentetan empat pertandingan yang berakhir seri di bulan November lalu itu.

Tapi itu sudah lewat. Sekarang saatnya menatap ke depan. Destro saya pikir masih bisa terus meningkat. Dengan usia yang masih 23 tahun, Destro masih punya banyak ruang untuk berkembang.

Tapi mempertimbangkan bahwa Roma akan main di Liga Champions musim depan (amin!), rasanya tidak ada salahnya untuk merekrut pemain depan di bursa transfer musim panas ini. Seorang striker yang punya pengalaman di Eropa. Saya yakin Rudi Garcia & Walter Sabatini pasti paham siapa yang dibutuhkan Roma.

Forza Roma!



19 years. 1 jersey. 634 appearances. 266 goals. Grande Capitano!

19 years. 1 jersey. 634 appearances. 266 goals. Grande Capitano!


“Playing with Erik Lamela makes all easier. He has unbelievable technique. I’m happy he passed the ball, but I’m happier because the ball got into the net." - Francesco Totti


LOL!! I love our captain! I love this team! ♥

Playing with Erik Lamela makes all easier. He has unbelievable technique. I’m happy he passed the ball, but I’m happier because the ball got into the net." - Francesco Totti

LOL!! I love our captain! I love this team! ♥


If  finds the net this weekend, he’ll join Milan legend Gunnar Nordahl on 210 Serie A goals for one club only. The most in history. (via @JamesHorncastle)

How many times do I have to say that this team is fckin’ AWESOME?!

(via sempreesololamiaroma)

OUR TEAM IS AWESOME!!